Minggu, 23 Oktober 2016

Lagu Dere Serani

Setelah merantau, nyanyian lagu-lagu rohani 'Dere Serani' tak pernah terdengar lagi. Kecuali kalau lagi iseng dan rindu rumah dengan nada sumbang ku dendang sendiri di kamar. Tak ada yang peduli karena orang-orang seisi kosan tak paham artinya. Yah, lagu-lagu Manggarai selalu membuatku rindu rumah. Rindu pulang Manggarai.

Salah Satu Gereja Katolik Di Manggarai, Flores

Sebelumnya, asemolas.com pernah berkisah tentang "Dere Serani Manggarai". Pembahasan saat ini merupakan kelanjutan atau sebut saja part 2.. hehe biar terkesan lebih keren dikit. Oya. biar rinduku menjadi rindumu juga, mari bersama asemolas hari ini kembali berkisah tentang 'Lagu Dere Serani'. 

Awal Penciptaan Lagu Dere Serani
Pada artikel beberapa pekan lalu, sudah dibahas secara detail tentang awal dan sejarah Dere Serani. (Baca: Dere Serani Manggarai). Bagaimana dan seperti apa nyanyian rohani (dere serani) dalam bahasa Manggarai, Flores tersebut diciptakan. 

Sudah pasti, dere serani hanya ada di daerah Manggarai, Flores. Karena lirik dan penulis lagu-lagunya merupakan orang asli Manggarai dan atau para misionaris yang pada zaman dulu pernah mengabdi dan berkarya lama di daratan Manggarai, Flores. Dan catatannya para misionaris ini paham, bisa, dan mengerti bahasa Manggarai. 

Sebut saja Pater Frans Dorn, SVD yang menciptakan lagu "Mai Momang Maria" artinya Mengasihi Maria. Lagu "Mai Momang Maria" (Mengasihi Maria) merupakan lagu pertama dari kumpulan lagu dere serani. Lagu ini dibuat pada tanggal 13 Mei 1922.

Lagu perdana ini juga dapat dijadikan tolak ukur untuk melihat bagaimana respon umat (sebutan untuk orang Katolik) terhadap gubahan lagu rohani ke dalam bahasa daerah Manggarai. Dan alhasil, melalui latihan yang rutin, lagu terjemahan 'Mai Momang Maria' ini diterima dan dinyanyikan pada saat perayaan hari Minggu di Gereja. 

Jika ditelusuri, lagu-lagu rohani atau dere serani (dalam bahasa Manggarai, Flores) merupakan jenis nyanyian yang bermula dari ritual adat penduduk asli Manggarai. Baik itu dalam bentuk sanda, mbata, maupun danding. Sehingga tidaklah heran apabila mudah diterima dan dikuasai oleh masyarakat setempat.

Pengarang Dere Serani 
Pencipta lagu atau dere serani ada beberapa orang yang pernah dan masih hidup di daerah-daerah Manggarai. Mungkin wajah, karakter para komponis ini tidak pernah kita temui. Namun, nama dan terutama lagu-lagu hasil karya mereka akan selalu kita (orang Manggarai) ingat dan bahkan lirik-liriknya membekas dalam ingatan. 

Para pengarang lagu rohani Manggarai (dere serani) diantaranya:
  • Philipus Manti
Lagu-lagu hasil karyanya:
  1. Doingkoe Ga (Sadarilah) merupakan lagu permohonan yang memiliki makna untuk menyadarkan orang untuk tetap waspada dan berjaga-jaga.
  2. Moriga Kristus (Tuhanku Kristus); mengisahkan seorang tokoh yang berkorban di medan perang.
  3. Gelangkoe (Bersegeralah). Lagu ini selalu dinyanyikan pada masa Adventus (masa penantian) sebagai bentuk permohonan agar Sang Penebus segera datang.
  4. Naka Ga (Bersoraklah atau bersukacitalah). Biasa dinyanyika saat Hari Natal. Lagu ini menggambarkan luapan kegembiraan dan sukacita atas kedatangan Tuhan Yesus.
  5. Somba Ite Mori (Ampun Ya Tuhanku). Bermakna permohonan ampun pada Tuhan atas segala dosa dan kesalahan yang pernah dilakukan manusia. 
  6. O Morigo (Ya Tuhanku). Lirik lagu ini diambil dari ratapan kematian dan biasa dinyanyikan pada masa Prapaskah, tepatnya hari Jumat Agung. 
  7. Morigo (Ya Tuhanku). Bentuk ungkapan rasa hormat kepada Sakramen Mahakudus.
  8. Tabe Natal (Salam Natal). Dimana umat (orang Katolik) menyampaikan salam Natal pada kanak-kanak Yesus yang telah lahir. 
  9. E Landing Salam-o (Lantaran Kesalahanmu). 
  10. Yo Naring (Ya Terpujilah). Lagu pujian untuk menghormati Sakramen Mahakudus.
  11. Calang'k Aku ga (Saya Sudah Bersalah). Sebuah ungkapan pengakuan atas dosa dan ketakberdayaan sebagai manusia di hadapan Tuhan.


Para Penari Caci Manggarai, Flores

  • Alo Loes
Hasil karyanya:
  1. Yo Mori go Ame Dedek artinya Ya Tuhan Bapa Penciptaku. Berisi permohonan belas kasihan.
  2. Sangged Ite Ho'o (Kita Semuanya). Ajakan pada semua orang untuk menyembah Allah Bapa Sang Pencipta agar selalu menuntun dan melimpahi kita dengan belas kasih dan rahmat.

  • Av. Bambang
Lagu ciptaannya beliau berjudul:
  1. Suju Taung Ga yang bermakna ajakan untuk semua umat katolik menyembah dan menghormati Yesus Sang Penyelamat.
  2. Yo Ende Nggeluk Yo Lami Ta (Ya Bunda Yang Suci, Lindungilah). Suatu permintaan kepada Bunda Maria untuk selalu menjaga dan melindungi umat manusia.

  • N. Djakung
'O Ende Maria Nggeluk' artinya Ya Bunda Maria Yang Suci. Bermakna permohonan kepada Bunda Maria. 

  • C. Nonte
Dengan karyanya 'Yo Mori Somba' (Ya Allah Sayangilah). Mengungkapan tentang keallahan Kristus di salib yang rela wafat karena dosa manusia.

  • Rik. Romas
Lagu karangannya adalah:
  1. Yo Mori Baengkoe (Ya Tuhan Sayangilah). Lagu permohonan ampun pada Allah.
  2. Mai Go Sa Nai; ajakan untuk bersatu hati menyongsong Sang Raja Agung.
  3. Mai Taung O Mai Taung; Mari Semua, Mari Menyembah Tuhan.
  4. Sangged Ite Mai Taung artinya Mari Kita Semua Datang Menyembah Allah.
  5. Calang Kaku Ende maksudnya Bunda Aku Telah Jatuh Ke Dalam Dosa, Tolonglah Aku Bunda.

  • Titus Anggal
Karya ciptaannya adalah:
  1. Yo Morigo, Yo Somba (Ya Tuhanku, Ya Sayangilah). 
  2. Yo Yosep Nggeluk (Ya Yosep Yang Kudus). Berisi permintaan agar Santu Yosef bagi Gereja yang kudus.
  3. Moriga Yo (Tuhanku Ya Tuhanku) bermakna permohonan ampun pada Tuhan.
  4. Litani Maria Nggeluk (Litani Suci Maria). 

  • T. Tembok
  1. Weong Wela Bombang merupakan sebuah lagu yang mengisahkan tentang kisah sengsara Yesus Kristus.
  2. E Nai Nggeluk Wa'u (Roh Kudus Turunlah ke atas umat-Mu).

  • J. Gawus
  1. Suju Mori (Sembahlah Tuhan); untuk memuliakan Allah Tritunggal Mahakudus.
  2. O Ende Campe Koe artinya Ya Bunda Tolonglah.

Kota Ruteng, Manggarai, Flores

  • Paul J. Turut
Dengan lagu-lagu hasil gubahannya:
  1. Naring Hiang : Pujian Dan Hormat.
  2. Mori Baeng Koe Ami : Tuhan Sayangilah Kami.
  3. Naring Ite Yo Mori : Terpujilah Engkau Ya Tuhan.
  4. Wa'u Israel : Bangsa Israel Kembali Ke Mesir.
  5. Nggeluk Mori : Kuduslah Tuhan.
  6. Yo Jimbal Anak : Ya Anak Domba Allah.
  7. Yo Mori Go : Ya Tuhanku.


  • Agustinus Amat
  1. Mori Baengkoe Ami : Tuhan Kasihanilah Kami.
  2. Naring Lami : Kami Puji Nama-Mu Tuhan.
  3. Nggeluk Mori go : Kuduslah Tuhanku.
  4. Yo Ema Dami : Ya Bapa Kami.

  • Frans Ama
  1. O Mori go : Ya Tuhanku, demi Hati-Mu yang Mahakudus, kasihanilah kami.
  2. Mori ge : Tuhanku Pencipta surga dan dunia.
  3. Tiba Mori Condo : Terimalah Tuhan Persembahan Roti dan Anggur ini.
  4. Cebo ga artinya orang-orang yang menerima dan menyantap Tubuh dan Darah Kristus akan hidup aman, sehat, dan subur (cebo).
  • Zack Djewaru
  1. Mori Yesus Poli Loas : Tuhan Yesus sudah lahir.
  2. Mai go, Mai Keta Taung : marilah semua. Bentuk ajakan untuk menyambut kelahiran Sang Juru Selamat.

Demikian beberapa nama komponis (pencipta lagu) dere serani. Mudah-mudahan informasi dan tulisan ini dapat berguna untuk menambah wawasan tentang Manggarai, Flores.

Jika ada saran, kritik, atau tambahan informasi terkait artikel ini, silakan tulis di kotak komentar. Selamat merindukan tanah kelahiran, Manggarai. 



Sumber: "Uskup Wilhelmus van Bekkum & Dere Serani" karya Bonefasius Jehandut


Katedral Baru, Ruteng, Manggarai, Flores


Related Posts

Lagu Dere Serani
4/ 5
Oleh

Berlangganan via email

Ingin berlangganan artikel asemolas.com? Silahkan daftarkan email Anda di bawah ini: