Jumat, 22 April 2016

Loke Nggerang: Si Cantik Dari Todo

Dulu, saat masih kecil pasti kamu senang dan bahagia sekali saat papa atau mama terkadang juga om atau tanta di rumah menceritakan sebuah dongeng padamu. Dongeng terkadang dijadikan umpan menarik buat anak-anak agar tidak nakal dan segera tidur. Dongeng biasanya diceritakan oleh para orang tua sebelum tidur malam. Kisah dalam cerita dongeng itu pun ada bermacam-macam.

Wisata Flores Dan Rumah Adat Di Kampung Todo, Flores

Mulai dari kisah sebuah daerah, manusia, ataupun kisah-kisah binatang. Kamu tentunya tidak akan bosan mendengar karena biasanya saat berkisah, papa'mama akan menambahkan bumbu-bumbu menarik dengan tujuan agar kamu makin terpancing dan kian semangat untuk mendengarkan, tujuan akhirnya jika matamu sudah lelah maka dengan sendirinya tertidur. 

Saat ini asemolas mencoba mengisahkan kembali kisah lama para leluhur yang mungkin oleh kita generani muda sudah lupa atau mungkin sudah diabaikan. Loke Nggerang. Kisah ini merupakan hasil rangkuman dari beberapa sumber terpercaya. Mungkin kamu sudah pernah mendengar kisah ini. Jika belum, mari simak bersama asemolas

Apa Itu Loke Nggerang?
Loke Nggerang merupakan kisah yang terjadi pada zaman dahulu kala yang dikisahkan secara turun-temurun oleh nenek moyang. Kisah ini benar-benar terjadi karena ada bukti sejarah yang masih tersimpan di daerah bersangkutan. 

Kisah Loke Nggerang ini berasal dari daerah Manggarai, Flores tepatnya di Kampung Todo, Kecamatan Satar Mese Barat. Bukti sejarah nyata akan kisah Loke Nggerang ini yang masih tersimpan di 'mbaru gendang' (rumah adat) berupa genderang yang terbuat dari lapisan kulit manusia. 

Kisah Loke Nggerang ini merupakan cerita warisan nenek moyang pada zaman dulu. Selaput genderang yang masih ada dan tersimpan di 'mbaru gendang' Todo itu katanya berasal dari kulit seorang gadis cantik yang berwarna kemerah-merahan. Karena cantik dan warna kulitnya yang indah membuat masyarakat setempat memanggil gadis itu dengan nama "Loke Nggerang". 

Loke Nggerang berasal dari perpaduan dua kata yang berasal dari bahasa daerah setempat yaitu 'Loke' dan 'Nggerang'. 'Loke' artinya kulit, sedangkan 'Nggerang' artinya kulit yang berwarna kemerah-merahan. Kisah tentang gadis ini sangat terkenal di daerah Todo khususnya dan Manggarai pada umumnya. 

Kisah Loke Nggerang
Dikisahkan, dulu, di sebuah kampung kecil bernama Ndoso; hiduplah seorang gadis yang sangat cantik. Gadis ini bernama Nggerang. Namanya mungkin terdengar aneh. Dia diberi nama Nggerang karena kulitnya yang putih dan dipadu dengan warna rambut yang pirang membuat dia sangat cantik mempesona. Siapa yang melihatnya pasti akan jatuh hati.

Oleh masyarakat setempat, Nggerang dipercaya sebagai hasil dari perkawinan silang resmi antara seorang manusia dengan makhluk halus dari alam lain. Makhluk halus dalam bahasa orang Manggarai disebut 'darat' atau 'ata pelsina' atau 'kakartana'

Tour de Flores Dan Sarung Tenun Ikat Todo, Manggarai, Flores

Nggerang sudah ditinggalkan sejak masih kecil oleh ibunya karena ayah Nggerang telah melanggar sumpah yang dulu sudah disetujuinya sebelum menikah dengan ibunya Nggerang. Sejak kepergian ibunya, Nggerang diasuh, dirawat oleh ibu tirinya, istri kedua ayahnya. Ia tumbuh dan besar bersama dengan anak-anak dari ibu tirinya. 

Setelah beranjak dewasa, Nggerang tumbuh menjadi sosok gadis yang sangat cantik. Dan Nggerang memiliki kekuatan sihir dimana dia bisa menghilang tanpa bisa dilihat orang atau juga bisa merubah dirinya menjadi apa saja yang dia inginkan. Hal ini tidaklah heran karena dia mewariskan kekuatan dari alam lain yang ada dalam diri ibunya dulu. 

Banyak pria jatuh hati pada Nggerang, namun mereka tidak bisa dan bahkan tidak tahu bagaimana cara meluluhkan hati sang gadis untuk bisa menerima lamaran mereka. Para raja-raja dari berbagai tempat yang berkuasa pada zaman itu, mengharapkan dan menginginkan Nggerang menjadi isteri mereka. Namun, lagi-lagi lamaran raja manapun tetap saja ditolak Nggerang

Mulai dari Raja Todo, raja yang berkuasa di wilayah itu sampai Raja Reok dan Raja Cibal semuanya ditolak tanpa syarat oleh Nggerang. Niat mereka untuk meminang gadis cantik gagal tanpa ada sedikit pun syarat yang mungkin bisa mereka penuhi untuk mendapatkan hati gadis itu. Bahkan ketika utusan dari raja-raja tersebut mendatangi rumah Nggerang untuk melamarnya, malah gadis itu memilih untuk menghilang tanpa tahu kemana perginya. Setelah utusan itu pulang tanpa hasil barulah Nggerang kembali ke rumah. 

Kecantikan gadis itu bukan hanya sanggup meluluhkan hati para raja di Manggarai saja. Terbukti raja Bima pun terpikat dan memiliki niat yang kuat untuk meminang Nggerang. Dia pun mengirim utusan ke Manggarai tepatnya ke kampung Ndoso, tempat tinggal Nggerang.  Namun, lagi dan lagi sang Raja Bima pun mengalami nasib yang sama dengan raja-raja lainnya dimana Nggerang menolak lamaran dan niat baiknya tanpa syarat sedikitpun. 

Mengetahui bahwa lamarannya ditolak maka marah dan dendam karena malu sang Raja Bima. Dia akhirnya mengirimkan magic-magic ke daerah Ndoso dengan tujuan untuk meluluhkan hati dan menghilangkan kekuatan sihir yang melekat dalam diri Nggerang. Seketika itu juga awan dalam bahasa daerah Manggarai disebut 'awang' hitam menyelimuti seluruh kampung Ndoso menyebabkan seluruh penduduk tidak bisa keluar rumah untuk melakukan aktivitas seperti biasanya. 

Wisata Flores Dan Salah Satu Desa Yang Ada Di Sekitar Todo, Flores

Namun namun itu tidak membuat pikiran Nggerang berubah. Sampai pada akhirnya karena marah raja Bima meminta ayah Nggerang untuk membunuh putrinya itu dan kulitnya dibuatkan genderang. Sebagai tanda bahwa kulitnya sudah dibuatkan genderang adalah dengan cara genderang itu dipukul sehingga bisa menghasilkan bunyi yang bisa didengar sampai ke Bima. 

Sebagai ayah, tentulah ayah Nggerang tidak sanggup menuruti keinginan Raja Bima. Banyak cara yang dia lakukan untuk membuat genderang namun satu pun dari genderang yang dibuatnya tidak menghasilkan bunyi seperti titah sang raja. Akhirnya suatu hari, ayah Nggerang mengajak putrinya untuk mencari kutu dan Nggerang meniyakan tanpa menaruh curiga sedikitpun pada ayahnya. Ayahnya pun mencabut dan menyembunyikan beberapa helai rambut Nggerang untuk dibuatkan genderang tanpa disadari putrinya.

Tapi usaha itupun tak berhasil. Kemudian ayahnya mencoba cara lain dengan mencungkil kulit emas yang ada di punggung putrinya itu. Konon katanya kulit emas yang ada di punggung Nggerang lah yang tiap malam bersinar dan cahayanya bisa dilihat oleh raja Bima. Dan hal itulah yang menyebabkan raja Bima sampai rela dan berkorban datang ke Ndoso untuk meminang gadis itu. 

Setelah ayahnya mencungkil beberapa kulit emas putrinya, seketika itu juga meninggal-lah putrinya itu. Lalu kulitnya dibuatkan dua genderang, satu untuk raja Bima dan satunya lagi untuk daerah Todo. Genderang itu ditabuhkan sehingga benar-benar menghasilkan bunyi seperti yang dititahkan raja Bima. Kemudian salah satu genderang itu dikirim ke Bima dan satunya lagi sampai saat ini masih ada dan disimpan di rumah adat atau 'mbaru gendang' Todo.

Itulah kisah singkat Loke Nggerang, sang gadis cantik mempesona dari desa Ndoso. Jika kamu penasaran dan ingin melihat langsung genderang ini, bisa datang dan kunjungi Kampung Todo di Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai, Flores. Biasanya genderang ini akan dikeluarkan pada acara-acara adat.

Wisata Flores Dan Rumah Adat Tradisional Daerah Todo, Flores

Related Posts

Loke Nggerang: Si Cantik Dari Todo
4/ 5
Oleh

Berlangganan via email

Ingin berlangganan artikel asemolas.com? Silahkan daftarkan email Anda di bawah ini: